Kamis, 05 September 2019

Ulangan Harian 2 kelas 8 Menghindari Minuman Keras, Judi dan Pertengkaran


Assalamualaikum. bagi siswa kelas 8 yang telah menyelesaikan materi Menghindari minuman keras, judi dan pertengkarang silakan mengikuti Ulangan Harian klik disini

kalian bisa mempelajari materi ulang


Rabu, 04 September 2019

Ulangan Harian 2 Kelas 7 Membiasakan Perilaku jujur Amanah dan Istiqomah

Assalamualaikum Wr. Wb. bagi semua siswa kelas 7 yang telah menyelesaikan materi Jujur, Amanah dan Istiqomah silakan mengerjakan Ulangan Harian 2 klik disini






Rabu, 07 Agustus 2019

ULANGAN HARIAN 1 KELAS 7 ASMAUL HUSNA

siswa kelas 7 yang sudah selesai materi "merasa dekat dengan Allah swt. dengan mengetahui Nama-nama-Nya yang sangat indah dapat mengikuti ulangan klik disini

Minggu, 28 Juli 2019

MEYAKINI ASMAUL HUSNA DENGAN BERPERILAKU PERCAYA DIRI, TEKUN, TELITI, DAN KERJA KERAS

MEYAKINI ASMAUL HUSNA DENGAN BERPERILAKU
PERCAYA DIRI, TEKUN, TELITI, DAN KERJA KERAS

1.       PERCAYA DIRI
Pernahkah kalian merasa yakin terhadap hasil pekan'aan kalian? Rasa yakin akan memantapkan perasaan hati terhadap sesuatu hal yang dikenakan. Rasa tersebut mrupakan bagian dari mu percaya diri! Apa itu percaya diri?
Percaya diri temasuk akhlak yang mulia. Percaya diri adalah perasaan mantap pada diri seseorang. Orang yang percaya diri merasa mantap dalam melaksanakan tugas. Dia tidak mudah terpengaruh oleh ucapan dan perbuatan orang lain. Orang yang percaya diri tidak ragu-ragu dalam mengerjakan segala sesuatu.
Orang yang percaya diri tidak mudah khawatir dan takut dalam mengerjakan sesuatu sesuai dengan petunjuk Allah swt. ia akan percaya bahwa dirinya mampu melakukan segala hal yang menjadi tanggung jawabnya, karena yakin bahwa Allah swt. mengetahui kemampuan hamba-hamba-Nya.
Orang yang memiliki sikap percaya diri memiliki beberapa ciri. Berikut ciri-ciri orang yang memiliki sikap percaya diri.
a. Yakin dalam melaksanakan tugas.
b. Teguh pendirian.
c. Tidak mudah terpengaruh oleh ucapan dan perbuatan orang lain
d. Mantap dalam bertindak.
e. Menghindari rendah diri
f. Menghindari ketergantungan.
g. Menghindari keragu-raguan.

2.       TEKUN
Tekun artinya rajin. keras hati. dan bersungguh-sungguh. Orang yang tekun adalah orang yang bekerja secara teratur, mampu menahan rasa bosan, dan mau belajar dari kesalahan (orang lain maupun dirinya) di masa lalu agar tidak terulang kembali. Ketekunan merupakan modal utama untuk suksesnya perbuatan yang kita lakukan.
Banyak orang yang melakukan perbuatan kecil dan sederhana, namun berkat ketekunannya perbuatan tersebut dapat mendatangkan manfaat besar bagi mereka. Sebaliknya, banyak orang yang melakukan pekerjaan besar dan kompleks, namun karena dilakukannya  dengan tidak hati-hati dan tidak didasari dengan sikap tekun, maka perbuatan itu tidak dapat mendatangkan manfaat bagi mereka, bahkan justru pekerjaan itu banyak mendatangkan madarat bagi mereka.
Bentuk-bentuk ketekunan dapat dilihat dalam berbagai bidang. Dalam bidang pendidikan, siswa harus tekun dalam belajar dan mengikuti pelajaran di kelas. Seorang siswa yang tekun akan dapat meraih cita-citanya dengan lancar. Sebaliknya siswa yang malas. tidak akan dapat meraih cita-citanya dengan lancar. Oleh karena itu. kita hendaknya membiasakan sikap tekun dalam menjalani semua pekerjaan.
Guru juga harus tekun dalam mengemban tugasnya sebagai pendidik dan tekun membimbing para siswanya yang berlainan kemampuan dan latar belakangnya. Para orang tua juga hams tekun dalam membimbing dan mengantarkan anak-anaknya hingga dewasa. Orang tua tidak boleh merasa bosan dalam mengasuh anak-anaknya. Ketekunan dalam mengasuh anak dapat menjadi kunci bagi suksesnya orang tua mengantarkan anak-anaknya dalam berbagai bidang yang ditekuninya. Seorang seniman yang ingin sukses dalam menghasilkan karya-karya seninya juga harus tekun dalam dunianya. Begitu juga yang harus dilakukan oleh seorang polisi, penulis. sutradara, dan sebagainya.
Ketekunan adalah suatu yang mutlak ada dalam diri seseorang jika ingin meraih kesuksesan maksimal, dalam bidang apa pun yang ditekuninya. Sebaliknya, jika ketekunan tidak pernah ada, atau dengan kata lain. seseorang cepat bosan dalam suatu bidang pekerjaan, maka sulit bagi dia untuk sukses dalam pakeijaan tersebut. Orang tekun akan berhasil dalam setiap kegiatan yang dilakukanriya. Orang tekun akan berhasil dalam setiap kegiatan yang dilakukannya. Orang tekun dapat mewujudkan apa saja yang diinginkan dengan ketekunannya. Setiap keinginan yang dinyatakan dalam hati orang tekun, akan mengalir secara teraturdalam perbuatan setahap demi setahap berdasarkan perhitungan matang sampai keinginannya tersebut menjadi kenyataan.

3.       TELITI
Pernahkah kalian dalam mengerjakan pekerjaan belum selesai? Mengapa hal itu terjadi? Ketika kita mengerjakan sesuatu harus disertai dengan sikap teliti. Apakah arti dari teliti? Teliti berarti cermat, saksama atau hati-hati Orang teliti adalah orang yang selalu cermat dan hati-hati dalam merencanakan hingga melakukan suatu pekeriaan. Orang yang tidak teliti adalah orang ceroboh dan mengenakan sesuatu dengan semaunya sendiri. Ketelitian sangat diperlukan untuk suksesnya pekerjaan yang dilakukan
Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan tergesa-gesa dan tidak hati-hati. hampir dipastikan hasrlnya tidak memuaskan, bahkan kebanyakan gagal. Ketelitian merupakan Sikap positif yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Oleh karena itu. sikap ini termasuk dalam akhlak terpuji. Sedangkan, tergesa-gesa dan ceroboh termasuk akhlak yang tercela.
Sikap teliti diisyaratkan oleh Al-Qur'an, terutama ketika kita mendengar berita yang dibawa seorang yang fasik (tidak baik kelakuannya). Jika tidak teliti, akibat yang ditimbulkan akan menimpa orang banyak dan membawa penyesalan.
Ketelitian dalam melakukan suatu pekerjaan dapat meniadi kunci untuk suksesnya pekerjaan tersebut. Seorang pengemudi mobil yang teliti akan selamat dalam mengemudikan mobilnya dan sampai pada tujuan yang direncanakan. Sebaliknya seorang pengemudi yang tergesa-gesa. dan ceroboh maka akan membahayakan dirinya dan juga membahayakan orang lain. Seorang siswa yang teliti dalam mengerjakan soal-soal ujian. maka ia akan mendapatkan hasil yang memuaskan, yakni nilai tinggi. Sebaliknya Siswa yang mengerjakan soal-soal ujian dengan tergesa-gesa biasanya hasulnya tidak memuaskan sehingga gagal.
Teliti merupakan bagian dari perilaku terpuji. Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap muslim membiasakan perilaku teliti dalam kehidupan sehari-hari. Selain, berusaha untuk hati-hati dan teliti dalam melakukan sesuatu, kita pun harus selalu berdoa kepada Allah swt. agar dihindarkan dari sikap atau perilaku tergesa-gesa. Hanya Allah swt yang dapat membantu kita untuk menjauhkan diri dari Sikap bawaan tersebut.

4. Kerja Keras
a.       pengertian kerja keras
Kerja keras adalah melakukan suatu pekerjaan atau usaha dengan sungguh-sungguh demi kebutuhan hidup atau tercapainya suatu cita-crta mulia yang mempunyai nilai ibadah. Pekerja baik adalah pekerja yang berupaya dengan keras (sungguh-sungguh). Tanpa bekerja. kita tidak akan pernah memperoleh apa yang diharapkan. Dengan bekerja keras. berarti kita telah melaksanakan perintah Allah swt. sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya sebagai berikut.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Apabila telah ditunaikan salat, maka benebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. " ( Q. S. Al-Jumu‘ah/62: 10)

Adapun yang ditekankan dalam Islam ketika bekerja adalah selalu mengingat Allah swt. Bekerja sama dengan berjuang di jalan Allah swt. Setiap manusia yang tidak bekerja. hidupnya tidak memberikan manfaat. Orang yang bekerja, dalam AI-Qur'an dan hadis begitu dimuliakan. Sebagai seorang muslim. kemuliaan bekerja menjadi sebuah dorongan dan semangat untuk bekerja. Dalam pribadi muslim bahwa bekerja adalah amanah Allah swt. bagi manusia sebagai khalifatulla'h fil ard.
Orang yang bekerja keras adalah orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan baik. Dia dapat memanfaatkan dua pertiga waktunya (16 jam) untuk bekerja dan beribadah dan 8 jam sisanya digunakan untuk beristirahat (tidur). Ibadah di sini tidak hanya dalam bentuk ibadah mahdlah (khusus) tetapi juga semua aktivitas lainnya yang didasari dengan niat tulus ikhlas karena Allah swt.
Pekerjaan apa pun yang ditekuni oleh seorang muslim hendaknya dilakukan dengan baik dan profesional.  Nabi Muhammad saw. dalam salah satu hadisnya banyak memuji orang yang bekerja keras dan membenci pemalas. Orang yang banyak berdoa kepada Allah swt. dengan menambah Ibadah sunah tetapi tidak mau bekerja termasuk pemalas yang dibenci Nabi Muhammad saw.
Kita sebagai muslim harus bekerja keras dalam bidang pekerjaan yang ditekuni. Tidak mungkin pekerjaan yang dilakukan akan berhasil maksimal jika bermalas malasan atau tidak mau bekerja keras. Kita akan Jauh ketinggalan dari orang Iain jika tidak memiliki semangat kerja keras.

b.       Manfaat kerja keras
Berikut ini dijelaskan manfaat bekerja keras.
1)      Dapat mengembangkan potensi diri, seperti bakat, minat, pengetahuan, dan keterampilan.
2)      Dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin.
3)      Dapat mengangkat harkat dan martabat dirinya, baik sebagai makhluk individu maupun anggota masyarakat.
4)      Dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.
5)      Kebutuhan hidup tercukupi.
6)      Mendapat pahala, karena dilaksanakan dengan niat ibadah kepada Allah swt.

Kamis, 25 Juli 2019

Menghindari Minuman Keras, Judi dan Pertengkaran

Menghindari Minuman Keras, Judi dan Pertengkaran

A.     Bahaya Minuman Keras, Judi dan Pertengkaran
Minuman keras merupakan minuman yang memabukkan yang wajib kita hindari. Minuman keras berdampak negatif bagi jiwa, tubuh, dan pikiran. Minuman keras akan membawa kepada keburukan kepada para peminumnya.
1.      Bahaya Minuman Keras
Minuman keras adalah minuman yang memabukkan dan menghilangkan kesadaran dalam semua jenisnya. Sudah menjadi ijma’ ulama bahwa minuman keras (khamr) itu hukumnya haram, meminumnya termasuk salah satu dosa besar. Adapun bahaya penggunaan minuman keras, narkoba, dan yang sejenisnya adalah sebagai berikut:
  •  Dilihat dari sidut psikistri (ilmu kedokteran jiwa) penyalahgunaan miras dan sejenisnya dapat mengakibatkan gangguan mental organik (sindrom otak organik) yang disebabkan oleh efek langsung dari miras dan yang sejenisnya tersebut terhadap susunan syaraf pusat (otak)
  • Timbulnya keinginann yang tak tertahankan terhadap miras tersebut, dan jika perlu dengan jalan apa pun untuk memperolehnya.
  • Timbulnya kecenderungan untuk menambah ukuran (dosis) sesuai dengan kondisi tubuh.
  • Timbulnya ketergantungan psikis (jiwa), yaitu apabila penggunaan dihentikan akan menimbulkan kecemasan, kegelisahan, depresi dan sebagainya
  • Menimbulkan ketergantungan fisik, yaitu apabila penggunaan dihentikan akan mengakibatkan gejala fisik yang dianamakan gejala putus miras.
  • Penyalahgunaan miras juga akan menimbulkan komplikasi di bidang medik yang terdapat pada organ otak, lever, pencernaan, pankreas, otot dan janin, gangguan nutrisi, metabolisme dan tesiko kanker.

2.      Bahaya Judi
Dalam ensiklopedi Indonesia juga diartikan sebagai suatu kegiatan pertaruhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil suatu pertandingan, permainan atau kejadian yang hasilnya tidak dapat di duga sebelumnya. Berjudi adalah suatu aktivita yang direncanakan ataupun tidak dengan melakukan spekulasi ataupun rekayasa untuk mendapatkan kesenangan dengan menggunakan jaminan ataupun taruhan yang tidak dibenarkan, bagi yang menang diuntungkan dan bagi yang kalah dirugikan.
Dalam realitas di Indonesia, perjudian ada banyak macam dan jenisnya dari yang terang-terangan hingga tersembunyi. Perjudian juga beragam bentuknya, mulai yang dikemas dalam bentuk biasa atau tradisional, hingga perjudian dalam bentuk modern atau menggunakan teknologi. Perjudian di dalam Islam sangat dikecam keras, dan hukumnya haram, karena kemudaratan besar yang ditimbulkannya.
Bahaya besar perjudian bagi kehidupan pribadi dan sosial antara lain
  • Masuk dalam lingkaran setan yang akan merugikan diri dna orang lain.
  • Merugikan ekonomi karena ketidakpastian usaha yang dilakukan
  • Menimbulkan kemarahan dan permusuhan dengan sesama
  • Menghalangi fikir dan beribadah kepada Allah swt.
  • Menyebabkan orang lalai kewajiban terhadap diri, orang lain dan penciptanya.
3.      Bahaya Pertengkaran
Pertengkaran berasal dari kata tengkar, yang artinya berbantah atau bercekcok. Sedangkan pertengkaran sendiri adalah percekcokan atau perdebatan. Pertengkaran bisa berawal dari berbagai sebab, yang biasanya dimulai dengan perselisihan akan hal kecil. Selain itu, ego, keangkuhan, sikap tidak mau kalah dan sejenisnya pun bisa menimbulkan pertengkaran. Orang yang suka bertengkar tidak mau atau sulit menerima kebenaran orang dan mengakui kesalahannya. Perasaan malu menjadi tersingkap, dan dendam kesumatpun akhirnya menjadi penyakit jiwa yang sulit disembuhkan. Karena itulah kita diminta untuk bisa memaafkan orang dengan segera dan besikap rendah hati, mau belajar untuk lebih memahami dan menerima orang lain apa adanya. Menghindari pertengkaran harus dilakukan secepatnya sebelum menjadi bola api yang menghanguskan banyak orang termasuk kita sendiri.

B.      Memahami Perintah untuk Menghindari Minuman Keras, Judi dan Pertengkaran
Perintah untuk menghindari minuman keras, judi dan pertengkaran dijelasakan dalam Al-Qur’an. Ada beberapa ayat yang menjelasakan tentang larangan meminum khamr, judi dan pertengkaran.
1.      Surah Al-Maidah Ayat 90-91

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan (Q.S Al-Maidah : 90)

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Artinya : Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Q.S Al-Maidah : 91).

Kandungan Surah Al-Maidah ayat 90-91
Pada  kedua ayat ini Allah swt. menegaskan laranganNya terhadap minum khamr (minuman keras), berjudi, mempersembahkan kurban untuk patung-patung, dan mengundi nasib (meramal). Secara tegas Allah melarang orang beriman menkonsumsi makanna dan minuman yang haram. Diantaranya adalah Allah mengharamkan khamr ini juga di tegaskan dalam hadits Nabi berikut
كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ
Artinya : setiap yang memabikkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram (HR. Muslim)
Meminum khamr adalah perbuatan keji dan perbuatan setan. Setan bermaksud menanamkan permusuhan dan kebencian di antyara sesama manusia. Disamping itu, meminum khamr akan menghalang halangi mengingat Allah swt.

2.      Surah Al-Maidah Ayat 32.
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ


Artinya : Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (QS. Al-Maidah : 32)

Kandungan Surah Al-Maidah ayat 32
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang bisa berakibat kepada pembunuhan sangat dilarang. Meskipun dalam ayat tersebut bahwa larangan membunuh itu ditujukan kepada Bani Israil, tetapi pada hakikatnya larangan ini berlaku untuk seluruh manusia di dunia. Tindakan menghilangkan nyawa orang lain sangat berat dosanya di mata Allah swt. bahkan dalam ayat ini ditegaskan bahwa membunuh seseorang adalah seperti membunuh semua manusia. Sebaliknya, pahala memelihara kehidupan seseorang seperti memelihara kehidupan semua manusia.
Pertengkaran dan pembunuhan sangat di larang. Larangan ini bersifat menyeluruh. Tidak boleh orang muslim bertengkar dengan sesama muslim. Orang muslim juga tidak boleh bertengkar dengan selain muslim. Allah menghendaki kehidupan ini berjalan dengan damai dan segala permasalahan juga diselesaikan dengan cara-cara yang baik, seperti dengan musyawarah atau dialog.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ
Artinya : kehancuran dunia (nilainya) lebih ringan disisi Allah daripada seseorang membunuh seorang mukmin tanpa Hak (HR. Ibnu Majah).


C.      Perilaku Menghindari Minuman Keras, Judi, dan Pertengkaran
Bahaya dari minuman keras, judi, dan pertengkaran akan membuat hidup kita kacau, sengsara, dan rugi. Oleh karena itu, minuman keras, judi dan pertengkaran harus dihindari dengan menerapkan perilaku-perilaku yang dapat menjauhkan dari perbuatan tersebut.
1.      Menghindari Minuman Keras
Banyak hal yang dapat dilakukan dalam rangka menjauhi miras dan sejenisnya. Berikut bebrapa hal yang harus kita lakukan
  • Memahami minuman keras dan yang sejenisnya serta akibat buruk (bahay) yang ditimbulkannya. Dengan pemahaman yang baik dan benar diharapkan kita dapat menjauhkannya dari kehidupan kita.
  • Meningkatkan komitmen (kesadaran) dalam melaksanakan ajaran-ajaranb agama.
  • Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan selalu berdoa untuk dijauhkan dari hal-hal keji, seperti minuman keras.
2.      Menghindari Judi
Berikut beberapa cara menghindari judi.
  • Senantiasa beraman makruf nahi munkar disetiap saat.
  • Berusaha mencari rezeki halal dan kanaah akan pemberian Allah swt.
  • Senantiasa beristighfar dan mohon ampunan serta perlindungan dari Allah agar tidak terjerumus perjudian.
  • Senantiasa berjuang untuk menunaikan kewajiban secara istikamah baik terhadap keluarga, lingkungan, dan kepada pencipta.
  • Menyadari akan bahaya yang ditimbulkan dari judi.
3.      Menghindari Pertengkaran
Berikut beberapa cara untuk menghindari pertengkaran
  • Memperkuat keimanan kepada Allah swt. karena hanya Allah swt. sajalah yang Maha Sempurna.
  • Membiasakan untuk segera minta maaf jika melakukan kesalahan kepada orang lain dan mudah memaafkan orang lain
  • Memupuk semangat kebersamaan dan toleransi dengan m,enumbuhkan kesadaran bahwa manusia memang diciptakan oleh Allah swt. berbeda-beda, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.
  • Menyadari bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama
  • Berusaha untuk mengoreksi kekurangan dari kesalahannya sendiri
  • Menyadari akan bahaya pertengkaran.