Tampilkan postingan dengan label materi kelas 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi kelas 7. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2020

Al-Khularaurrasyidin Penerus Perjuangan Nabi Muhammad SAW


Al-Khulafaurrasyidin Penerus Perjuangan Nabi Muhammad saw

Abu Bakar As-Siddiq: Bijaksana dan Tegas
Abu Bakar Atiq Abdullah ibn Usman Abu Quhafah as-Siddiq lahir tahun 573 atau 2.5 tahun lebih muda dari Rasulullah saw. Ayahnya, Usman, dikenal sebagai Abu Quhafah. Abu Bakar lahir dengan nama Abdullah ibnu abu Quhafah atau Abdul Ka'bah. Setelah masuk Islam, Rasulullah saw. mengganti nama tersebut menjadi Abdullah Saat mendengar dakwah Islam ia segera beriman kepada Rasulullah saw. Dengan bersegera itulah digelari Abu Bakar, bapak yang bersegera masuk Islam. Sikapnya yang membenarkan cerita isra' mi’raj, membuatnya mendapat julukan as-Siddiq, orang yang membenarkan. Dengan demikian, Abdul Ka’bah dikenal sebagai Abdullah ibnu abu Quhafah atau Abu Bakar as-siddiq

Abu Bakar termasuk kelompok as-sabiqunal awwalun atau para pendahulu masuk Islam. Setelah masuk Islam, Abu Bakar mengajak Usman bin Affan, Talhah bin Ubaidi|lah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqas dan beberapa tokoh lainnya untuk masuk Islam. Usaha ini membuahkan hasil dengan masuknya para tokoh tersebut dalam buaian Islam. .

Abu Bakar merupakan sahabat yang sangat dekat dengan RasuIullah saw. Sedemikian dekat sehingga ia menyaksikan berbagai peristiwa penting. Diantaranya ia menemani Rasurullah saw. berhijrah menuju Madinah, dan menggantikan Rasulullah saw. sebagai imam salat. Kedekatan dan keistimewaan inilah yang membuat Umar mengajukan Abu Bakar sebagai pemimpin umat Islam sepeninggal Rasulullah saw.

Abu Bakar merupakan khalifah pertama umat IsIam. Beliau disetujui secara aklamasi oleh para sahabat. Semasa pemerintahan Abu Bakar meiakukan banyak hal cesar unt Islam dan umat Islam. Diantaranya sebagai berikut.
1. Memberikan peringatan tegas kepada kaum murtad.
2. Memerangi orang yang menolak membayar zakat.
3. Memerangi nabi palsu dan pengikutnya.
4. Membukukan Ai-Qur'an.
5. Melanjutkan ekspedisi penyebaran Islam

Abu Bakar merupakan teladan setiap muslim. Ia tidak haus jabatan. Saat mendapat amanah sebagai khalifah, Abu Bakar berucap lnnaliHahi wa inna lillahi rajiun. Bukannya bersenang hati. Abu Bakar justn merasa jabatan sebagai beban yang menggelisahkan. Sebagai pemimpin, Abu Bakar dikenai bijaksan dalam memandang setiap masalah. Pada saat yang sama ia juga tegas kepada siapapun yang mengganggu kemuliaan Islam dan umat Islam.

Abu Bakar wafat tanggal 23 Agustus 634 Masehi pada usia 63 tahun di Madinah karena sakit. Ia dimakamkan di lokasi yang sama dengan makam Rasulullah saw. yaitu di kamar Aisyah.

Umar bin Khattab: Tegas dan Pemberani
Umar bin Khattab al-Faruq lahir di Mekah dari Keluarga di salah satu rumpun suku Quraisy. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail ibn Abdul Uzza aI-Shimh aI-Quraisy. Ibunda Umar bernama Hantamah binti ' Hasyim dari keluarga Makhzum. Umar bin Khattab mendapat geIar al” Faruq yang berarti orang yang dapat membedakan kebenaran dan kebatilan serta gelar gelar asadul asad atau penghulu singa karena keberaniannya yang luar biasa. Salah satu bukti keberanian Umar adalah tantangannya disaat ia berangkat berhijrah di Madinah. Tidak seperti kaum muslim lain yang hijrah secara sembunyi-sembunyi, ia menantang siapapun untuk mencegatnya saat hijrah

Sebelum masuk Is'am. Umar bin Khattab dikenal sebagai penentang keras Islam. Ia ikut  menyiksa para sahabat yang telah terlebih dahulu masuk Islam. Suatu hari Umar bin Khattab mencari Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Nuaim bin Abdullah memberitahunya agar mengurus adiknya dahulu seraya memberitahu bahwa Fatimah adiknya telah masuk Islam. Umar memukul kepala Fatimah, dan berusaha merampas lembaran bertuliskan ayat Al-Qur'an. Setelah ditolak oleh Fatimah. Umar meminta Fatima membacakan ayat tersebut Begitu mendengar keindahan ayat Al-Qur'an Umar bin Khattab sadar dan berbalik masuk Islam. Setelah masuk Islam, Umar menjadi pembela yang teramat gigih terhadap Islam dan umat Islam.

Umar sangat mencintai Rasulullah saw. Saat Rasulullah saw. wafat, Umar sangat terguncang dan tidak percaya Bahkan ia mengancam akan memotong tangan dan kaki siapapun yang berani mengatakan Rasulullah saw. telah wafat. Melihat sikap Umar, Abu Bakar membaca satu ayat yang artinya Saudara saudara! Barang siapa mau menyembah Nabi Muhammad saw., Nabi Muhammad saw, sudah meninggal dunia. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, Allah hidup selalu tak pernah mati!" Dengan peringatan tersebut, Umarpun sadar bahwa Rasulullah saw. memang telah wafat.

Umar bin Khattab ditunjuk oleh Abu Bakar untuk menggantikannya sebagai khalifah Pada masa pemerintahannya, ia dipanggil dengan sebutan Amirul mukmimin atau pemimpin orang yang beriman Sejak saat itu, panggilan amirul mukminin disematkan kepada para pemimpin muslim selain sebutan khalifah

Selama menjabat sebagai khalifah, Umar bin Khattab menunjukkan diri sebagai pribadi yang tegas sekaligus pemberani dan lemah lembut. Diantara prestasi dan teladan Umar bin Khattab sebagai berikut
1. Memperluas wilayah Islam hingga hampir seluruh jazirah Arab masuk wilayah islam.
2. Membenahi administrasi negara.
3. Melakukan pembukuan hukum Islam.
4. Menjadi pemimpin yang peduli dengan rakyatnya

Umar selalu berusaha menjadi pemimpin yang baik. Setiap malam Umar berkeliling kota Madinah dan sekitarnya untuk mengetahui keadaan rakyatnya. Pernah Umar menemukan seorang ibu yang memasak kerikil dikeliiingi anak-anaknya yang kelaparan. Metihat hal itu, Umat segera menuiu ke baitul mal dan memanggul sendiri gandum untuk diserahkan kepada si ibu. Pada saat yang lain, Umar bin Khattab terlihat masuk ke sebuah rumah. Ternyata Umar menyuapi seorang nenek renta yang buta. Setelah Umar wafat, seorang sahabat menggantikan kebiasaan Umar menyuapi si nenek buta Merasa berbeda. barulah si nenek tahu yang biasa menyuapinya adalah Umar bin Khattab sang khalifah dan beliau telah wafat.

Kisah di atas memberikan teladan sikap seorang pemimpin kepada rakyatnya. Sikap seperti ini haruslah dapat diteladani oleh siapapun muslim pada masa berikutnya

Umar bin Khattab wafat dibunuh oleh Abu Lukluk atau Fairus, seorang prajurit Persia yang pura-pura masuk Islam. Kekalahan Persia membuat Fairus dendam. Saat Subuh, Fairus ikut salat di belakang Umar. Pada saat itulah Fairus menusuk Umar dengan pisau beracun. Beberapa hari kemudian, Umar wafat dan dimakamkan di belakang Rasulullah saw. dan Abu Bakar. Sebelum wafat. Umar menunjuk satu tim untuk memilih khalifah penerusnya. Melalui pemilihan tersebut terpilihlah Usman bin Affan sebagai khalifah penerus Umar.

Usman bin Affan: Baik Hati dan Dermawan
Usman bin Affan lahir dari keluarga atau Bani Umayyah. Ayahnya bernama Affan dan ibunya bernama Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Usman masuk Islam setelah diajak oleh Abu Bakar la mendapat Julukan Zunnurain yang berarti "pemilik dua cahaya." Julukan ini didapat karena “Usman telah menikahi putri kedua dan ketiga Rasullah. yaitu Ruqayah dan Ummu Kulsum. Sebagai pedagang. ia memiliki banyak harta. Setelah masuk Islam, beliau banyak mendermakan hartanya untuk kepentingan Islam.

Pada perang Zaturriqa dan perang Gatafan, Rasululiah saw, memimpin sendiri pasukan islam. Saat Rasulullah saw. berperang. Usman diperintahkan untuk menjadi wali kota Madinah. la menjalankan tugas tersebut dengan baik. Untuk membantu pasukan Islam di perang Tabuk, Usman mendermakan 950 ekor unta dan 70 ekorkuda serta 1000 dirham. Nilai bantuan tersebut setara dengan sepertiga kebutuhan pasukan untuk berperang. Bentuk kedermawanan lain yang dilakukan Usman adalah membeli mata air yang disebut ar-Rumah dari lelaki suku Gitar seharga 200.000 dirham atau setara 25 kilogram emas dan menghibahkannya kepada umat Islam.

Kepandaian diplomasi Usman diakui Rasulullah saw. Saat RasuUllah saw. dan umat Islam hendak melaksanakan ibadah haji, beliau mengirim Usman kepada kaum kafir Mekah. Kepada kafir Mekah, Usman diutus untuk menyampaikan pesan bahwa kedatangan umat Islam bukan untuk berpefang melainkan untuk beribadah. Perundingan ini dilanjutkan dengan perjanjian antara Rasulullah saw. dengan kafir Mekah yang dikenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah.

Setelah Umar bin Khattab wafat, Usman dipilih sebagai khalifah oleh tim yang dibentuk oleh Umar pada usia 70 tahun. Selama pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan banyak hal penting. Di antaranya sebagai berikut.
1. Memperbaiki sistem pemerintahan.
2. Membuat salinan Al-Qur'an untuk seluruh wilayah.
3. Mengganti pejabat yang tidak kompeten.

Salah satu upaya Usman untuk mendapatkan pemerintahan yang baik adalah mengganti pejabat. Usman memecat para pejabat yang dinilainya tidak kompeten dan menggantinya dengan pejabat lain Hal ini menimbulkan kekecewaan orang yang diganti dan masyarakat pendukung pejabat tersebut. Apalagi ke jalan pemerintah dipengaruhi oleh Marwan bin Hakam yang sangat berambisi mengedepankan keluarga Umayyah. Di antara masyarakat yang menolak adalah masyarakat Mesir. Menolak penggantian pejabat masyarakat Mesir memberontak. Pemberontakan itu mengakibatkan Usman bin Affan terbunuh di tangan al-Gafiki. Dengan terbunuhnya Usman, berakhir pula pemerintahan sahabat yang sangat mulia dalam lslam.


Ali bin Abi Talib: Cerdas dan Sabar
Ali bin Abi Talib lahir sepuluh tahun sebelum Muhammad diangkat sebagai utusan Allah Swt. dengan nama Haydar. Meski diberi nama Haydar. ia dipanggil dengan nama Ali oleh Muhammad. Nama inilah ya selanjutnya menjadi nama yang dikenal di dunia Islam.

Sejak kecil Ali tinggal bersama Rasulullah saw. di rumah beliau. Ali orang kedua yang beriman kepal kerasulan Muhammad saw. setelah Khadijah. Ali beriman saat berusia 10 tahun dan menjadi anak…an; pertama yang beriman.

Ali mendapat bimbingan langsung dari Rasulullah saw. di rumah beliau. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Ali menguasai banyak pengetahuan yang dimiliki Rasulullah saw. Dalam hadis yang masyhur, Rasulullah saw. pemah bersabda yang artinya: "Aku adalah Madinah atau kota ilmu dan Ali adalah pintunya." Hadis ini menunjukkan luas pengetahuan Ali bin Abi Talib tentang Islam Ali dinikahkan Rasulullah saw. dengan putri kesayangan Nabi saw, yaitu Fatimah. Melalui beliau berdua keturunan Rasulullah saw. berkembang luas ke seluruh dunia.

Ali menunjukkan kesabaran dan keberanian yang tinggi. la menggantikan tidur di bilik Nabi saw. Kesediaan untuk menggantikan Rasulullah saw. dengan resiko mati terbunuh menunjukkan keberanian dan kesabara yang hebat.

Ali bin Abi Talib menjadi khalifah keempat menggantikan Usman bin Affan. Talhah bin Ubaidillah dai Zubair bin Awwam meminta kesediaan Ali untuk menjadi khalifah menggantikan Usman. Pengangkatan Ali menimbulkan perpecahan dengan mereka yang menginginkan kekuasaan. Beberapa peperangan put pecah antara Ali dan beberapa sahabat yang menentangnya. Ali berhasil memenangkan peperangan yani terpaksa dijalaninya. Pada akhir pemerintahannya Ali ditipu oleh kelompok Muawiyah dalam peristiwa tahkim. .

Peristiwa tahkim adalah penunjukan dua orang hakim sebagai utusan untuk mencari penyelesaiar perang. Pemerintahan Ali berhadapan dengan kelompok pemberontak dipimpin oleh Muawiyah. Hasii tahkim itu adalah kedua pemimpin turun dari posisi dan kepemimpinan umat diputuskan oleh umat." Namur demikian, keputusan ini ditelikung oleh kelompok Muawiyah yang menobatkan Muawiyah sebagai khaliiar setelah Ali menyatakan turun dari jabatan khalifah. Hal inilah yang memicu perpecahan di kelompok Ali yang kecewa terhadap sikap Ali saat menerima tahkim. Mereka merasa Ali pihak pemerintah yang sah tidak boleh menerima tahkim. Kelompok itu dikenal sebagai kelompok khawarij. Kelompok ini mengirim pembunuh untuk mengakhiri Ali dan Muawiyah. Namun. usaha itu hanya berhasil pada Ali bin Abi Talib.

Ali bin Abi Talib terbunuh oleh seorang khawarij bemama Abdurrahman bin Muljam. Beliau pergi meninggalkan teladan kecerdasan dan kesabaran seorang muslim dan seorang pemimpin.


Selasa, 17 Maret 2020

Hijrah ke Madinah adalah kisah yang membanggakan







Hijrah ke Madinah Sebuah Kisah yang Membanggakan


A.  Mari Renungkan

Rasulullah saw. sangat sedih ketika menyaksikan kehidupan umat Islam di Mekah yang penuh dengan ancaman dan teror dari orang-orang kafir. Semakin hari, teror dan ancaman itu semakin bertubi-tubi. Rasulullah saw. berpikir harus ada jalan keluar untuk mengatasi semuanya. Bersamaan  dengan itu pula, istrinya, Siti Khadijah dan pamannya, Abu Talib, berpulang ke rahmatullah. Namun, perjuangan untuk mewujudkan kehidupan yang mulia dan beradab harus terus berjalan, tidak boleh berhenti. Bagaimana caranya?

Allah Swt. sangat sayang kepada Rasulullah saw. dan kaum muslimin. Dalam situasi yang sangat sulit dan mencekam tersebut Allah Swt.  memerintahkan Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah. Nabi Muhammad saw., pun akhirnya hijrah dari Mekah ke Madinah. Benar, bermula dari peristiwa hijrah inilah kejayaan dan kesuksesan Islam dimulai.



B.  Sebab-Sebab Rasulullah Hijrah

Setelah Nabi Muhammad saw. berdakwah secara terang-terangan, hantaman dan siksaan dari kafir Quraisy mulai meningkat. Berbagai cara dilakukan kafir Quraisy agar Nabi Muhammad saw. tidak meneruskan dakwahnya.

Bertahun-tahun Nabi Muhammad saw. menyerukan Islam di Mekah, tetapi hasilnya hanya sedikit yang mengikuti ajaran-Nya. Pada saat Nabi Muhammad saw. membutuhkan dorongan dan motivasi dari orang-orang terdekatnya, justru isterinya, Siti Khadijah dan pamannya, Abu Talib, berpulang ke rahmatullah dalam waktu yang hampir bersamaan. Kehilangan kedua orang tersebut merupakan masalah serius bagi Nabi Muhammad saw. dalam menjalankan dakwah Islamiyah di Mekah. Peristiwa sangat menyedihkan ini kemudian disebut tahun duka cita (amul huzni).

Di tengah kesedihannya, Nabi Muhammad saw. mengalami peristiwa luar biasa, yaitu Isra’ Mi’raj. Peristiwa itu terjadi setahun sebelum Hijrah ke Madinah, tepatnya 27 Rajab 621 M. Pada peristiwa itu Allah Swt. memperlihatkan tanda-tanda keagungan dan kekuasaan-Nya sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad saw. yang sedang dirundung kesedihan. Peristiwa ini memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada Nabi Muhammad saw. Pada peristiwa tersebut, Nabi Muhammad saw. menerima perintah shalat 5 waktu dalam sehari semalam.

Setelah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. meneruskan dakwahnya dan mengabarkan peristiwa yang dialaminya. Kabar itu membuat kafir Quraisy menganggap Nabi Muhammad saw. telah melakukan pembohongan. Usaha-usaha pembunuhan terhadap Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya terus digalakkan.

Setelah Allah Swt. menyuruhnya untuk hijrah, maka Nabi Muhammad saw. pun melaksanakan Hijrah ke Madinah.

C.  Berita Gembira dari Kota Yasrib

Awalnya, pada tahun 620 M Nabi Muhammad saw. bertemu 6 orang Yasrib dari Kabilah Khazraj yang berziarah ke Mekah. Dalam pertemuan tersebut, Nabi Muhammad saw. mengajak mereka untuk masuk Islam. Mereka menyambut dengan baik ajakan itu dan menyatakan masuk Islam. Mereka pula yang memberitahukan tentang Islam kepada masyarakat Yasrib lainnya.

Pada tahun 621 M, seorang muslim Yasrib beserta 6 orang teman yang lain sebagai utusan Kabilah Khazraj dan Aus mendatangi Nabi Muhammad saw. Keenam orang tersebut masuk Islam dan melakukan perjanjian di tempat yang bernama Aqabah. Isi perjanjiannya: “Kami tidak akan mempersekutukan Allah Swt. dengan sesuatu yang lain. Kami tidak akan mencuri, berzina, dan membunuh anak-anak. Kami tidak akan saling memfitnah dan kami tidak akan mendurhakai Nabi Muhammad saw.

Selanjutnya, pada 622 M, orang-orang Ya¡rib datang lagi dengan maksud mengadakan perjanjian Aqabah 2 sekaligus mengundang Nabi Muhammad saw. untuk berhijrah ke Yasrib. Perjanjian Aqabah 2, diikuti 75 orang Yasrib dan Nabi Muhammad saw. yang didampingi pamannya, Hamzah. Isi perjanjian sama dengan yang sebelumnya, tetapi jumlah peserta yang memeluk agama Islam semakin banyak. Dalam dua kali perjanjian yang terjadi, Nabi Muhammad saw. mendapatkan kesan bahwa Islam telah siap berkembang pesat di Ya¡rib. Kenyataan ini membuat Nabi Muhammad saw. memerintahkan para pengikutnya untuk hijrah ke Ya¡rib dengan sembunyi-sembunyi. Sementara Nabi Muhammad saw. bertahan di Mekah bersama Abu Bakar dan Ali bin Abi Talib.

Rencana hijrah Nabi Muhammad saw. didengar oleh kafir Quraisy. Kaum Quraisy pun akhirnya merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad saw. Kafir Quraisy khawatir Islam akan berkembang di Ya¡rib. Mereka menyuruh para pemuda untuk mengepung rumah Nabi Muhammad saw. karena khawatir akan lari. Pada malam itu pula. Nabi Muhammad saw. membisikkan kepada Ali bin Abi Talib supaya memakai selimut beliau dan berbaring di tempat tidurnya. Atas izin Allah Nabi Muhammad saw. berhasil keluar dari rumahnya dengan selamat.

Tidak lama setelah Nabi Muhammad saw. meninggalkan rumahnya, para pemuda terbangun dan masuk ke rumah beliau dengan penuh nafsu untuk membunuh. Akan tetapi, mereka hanya mendapatkan Ali bin Abi Talib yang sedang tidur. Mereka kecewa dan tidak percaya dengan segala hal yang terjadi. Hal ini terjadi hanya karena pertolongan Allah Swt.

D.  Perjalanan Hijrah Rasulullah  saw.

Menjelang larut malam, Nabi Muhammad saw. menuju ke rumah Abu Bakar dan mengajaknya hijrah. Kedua orang itu kemudian keluar dari jendela pintu  belakang dan terus bertolak ke arah selatan menuju Gua Sur. Jalan yang ditempuh oleh mereka adalah jalan yang tidak mungkin dilewati manusia. Hal ini dilakukan supaya para pemuda Quraisy yang mengejar tidak menyangka mereka melalui jalan itu.

Dalam perjalanannya, mereka berdua sempat bersembunyi di Gua Sur selama tiga hari tiga malam. Tidak ada seorang pun yang mengetahui tempat persembunyian itu selain Abdullah bin Abu Bakar, kedua orang puterinya, Aisyah dan Asma, dan pembantu mereka ‘Amir bin Fuhaira. Tugas Abdullah adalah mencari informasi tentang rencana kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw. Pada malam hari ia menyampaikan informasi tersebut kepada Nabi Muhammad saw. beserta ayahnya.

Pada hari ketiga, mereka berdua sudah mengetahui bahwa situasi sudah tenang, mereka berangkat dan melanjutkan perjalanan dengan perbekalan yang diberikan oleh putrinya. Supaya aman dalam perjalanan, Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar mengambil jalan yang tidak pernah dilalui manusia. Abdullah bin Uraiqit dari Banu Du’il diminta sebagai penunjuk jalan. Keduanya membawa Nabi   Muhammad saw. dan Abu Bakar dengan hati-hati sekali ke arah selatan kemudian menuju Tihama di dekat pantai Laut Merah.

Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar beserta penunjuk jalannya itu sepanjang malam dan siang berada di atas kendaraan. Tidak lagi mereka pedulikan kesulitan dan rasa lelah. Mereka hanya percaya bahwa Allah Swt. akan menolong mereka.

Orang Quraisy mengadakan sayembara, siapa saja yang dapat membawa Nabi Muhammad saw, hidup atau mati, hadiah besar dan jabatan tinggi menantinya. Hal ini menarik hati masyarakat pada waktu itu, termasuk Suraqa bin Malik yang sudah  mengetahui perjalanan Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar. Tidak lama kemudian Suraqa bin Malik  mendatangi tempat yang dimaksud dan dia menemukan Nabi Muhammad saw. beserta kedua temannya yang sedang beristirahat di sebuah batu besar sambil menyantap bekal yang diberikan oleh Asma, putri Abu Bakar.

Setiap kali Suraqa bin Malik mendekati rombongan Nabi Muhammad saw. kudanya selalu tersungkur. Hal itu berulang sampai empat kali. Suraqa yang percaya kepada dewa berpikir bahwa itu adalah pertanda buruk sehingga dia mengurungkan niatnya dan kembali ke Mekah.

Selama tujuh hari terus-menerus mereka berjalan. Mereka hanya beristirahat di bawah panas membara musim kemarau dan berjalan lagi sepanjang malam  mengarungi lautan padang pasir. Hanya karena adanya ketenangan hati kepada Allah Swt. membuat hati dan perasaan mereka terasa lebih aman. Mereka selalu yakin bahwa Allah Swt. akan selalu bersama mereka.

Di tengah perjalanan menuju Madinah, Rasulullah saw. singgah di Quba’, sebuah desa yang terletak dua mil di selatan Madinah. Di sana beliau membangun sebuah masjid. Masjid ini menjadi masjid pertama dalam sejarah Islam. Beliau singgah di sana selama empat hari untuk selanjutnya meneruskan perjalanan ke Madinah. Pada hari Jumat pagi, beliau berangkat dari Quba’ dan tiba di perkampungan Bani Salim bin Auf tepat pada waktu Shalat Jumat. Shalat-lah beliau di sana. Inilah Shalat Jumat pertama dalam Islam. Khotbahnya pun merupakan khotbah yang pertama.

Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal. Kedatangan beliau telah dinanti-nanti masyarakat Madinah. Pada hari kedatangan Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar, masyarakat Madinah sudah menunggu di jalan yang akan dilalui Nabi Muhammad saw., lengkap dengan regu genderang. Mereka mengelu-elukan Nabi Muhammad saw. dan genderang pun gemuruh diselingi nyanyian yang sengaja digubah untuk keperluan penyambutan itu. “Bulan purnama telah muncul di tengah-tengah kita, dari celah-celah bebukitan. Wajiblah kita bersyukur atas ajakannya kepada Allah Swt. Wahai orang yang dibangkitkan untuk kami, kau datang membawa sesuatu yang wajib ditaati.” Itulah syair penyambutan Nabi Muhammad saw. di Madinah.

E.  Dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah

Setelah sampai di Madinah, Nabi Muhammad saw. mulai membuat program kerja dan melaksanakannya seperti yaitu membangun masjid, mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar, dan membuat perjanjian dengan penduduk Madinah.

Langkah pertama, membangun masjid. Pembangunan masjid segera dimulai dan seluruh umat Islam ikut ambil bagian sehingga berdiri sebuah masjid berdinding bata, berkayu batang kurma, dan beratap daun kurma.

Masjid yang dibangun Rasulullah saw. bersama-sama kaum Muhajirin dan Ansar tidak hanya berfungsi untuk Shalat semata, akan tetapi untuk seluruh kegiatan Nabi di Madinah. Di antara fungsi masjid pada zaman Nabi adalah sebagai tempat mempersatukan umat, bermusyawarah tentang perkembangan Islam, mengkaji ilmu agama, bahkan sebagai pusat pemerintahan setelah Rasulullah  dipilih sebagai pemimpin di Madinah.

Seluruh aktivitas masyarakat Madinah dipusatkan di masjid. Itulah fungsi masjid yang sebenarnya sudah dibangun oleh Rasulullah saw. Bagaimana dengan masjid sekarang? Apakah hanya berfungsi sebagai tempat Shalat belaka? Kalian harus bisa memfungsikan masjid di tempat tinggal kalian, termasuk masjid sekolah sebagaimana fungsi masjid pada zaman Nabi Muhammad saw.

Langkah berikut Nabi Muhammad saw. adalah mempersaudarakan antara orang-orang Muhajirin dengan Ansar. Muhajirin adalah orang yang hijrah dari Mekah ke Madinah, sedangkan Ansar adalah orang Madinah yang menyambut kedatangan kaum Muhajirin. Setiap orang Ansar mengakui orang Muhajirin  sebagai saudaranya sendiri. Mereka mempersilakan saudaranya tinggal di rumah dan memanfaatkan segala fasilitas yang ada di rumah tersebut. Di antara para sahabat yang dipersaudarakan adalah:
  
Langkah ini mendapat simpati seluruh lapisan masyarakat Madinah. Orang-orang Muhajirin merasa nyaman dan tenteram, meskipun bukan tinggal di rumah sendiri. Mereka melakukan kegiatan dan interaksi dengan penduduk Madinah dan saling menolong sehingga suasana Madinah menjadi indah dan menyenangkan.

Selanjutnya, Nabi Muhammad saw. merumuskan piagam yang berlaku bagi seluruh kaum muslimin dan orang-orang nonmuslim di Madinah, yang kemudian disebut “Piagam Madinah”. Adapun isi piagam Madinah antara lain:

1.   Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.
2.   Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.
3.   Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.
4.  Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.
5.   Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam  memerangi atau menghadapi musuh.
6.   Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kezaliman.
7.   Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.
8.   Semua penduduk Madinah dijamin keselamatanya kecuali bagi yang  berbuat jahat

Perlu diketahui, bahwa di Madinah tidak hanya orang-orang Islam saja yang tinggal, tetapi di sana terdapat pula orang-orang nonmuslim. Agar terjadi hubungan yang harmonis, saling menghormati, toleransi, dan menjaga lingkungan di Madinah, maka harus ada kesepakatan bersama. Piagam inilah yang oleh Ibnu Hisyam disebut sebagai undang-undang dasar negara dan pemerintahan Islam yang pertama. Isinya mencakup, antara lain, perikemanusiaan, keadilan sosial, toleransi beragama, dan gotong royong.

Dengan program-program cerdas yang dilakukan Nabi Muhammad saw., Madinah menjadi daerah yang sangat maju baik peradaban maupun kebudayaannya sehingga terkenalah dengan sebutan al-Madinah al-Munawarah (kota yang bercahaya).

Rangkuman

1. Hijrah artinya pindah. Hijrah Rasul artinya perpindahan Rasulullah saw. beserta sahabatnya dari Mekah ke Madinah.
2.   Cara meneladani Rasulullah saw. adalah memahami bagaimana beliau bisa menyatukan penduduk di Madinah dengan berbagai macam  keyakinan. Membuat suatu kebijakan di mana seluruh kelompok tidak ada yang tersinggung dan tersakiti.
3.   Penyebab Nabi Muhammad saw. hijrah adalah:
a.  karena atas perintah Allah Swt.,
b.  karena serangan kafir Quraisy Mekah yang semakin meningkat,
c.  karena ada harapan baru untuk mengembangkan Islam di Madinah.
4.   Muhajirin adalah orang-orang Mekah yang hijrah, sedangkan Ansar adalah orang-orang Madinah yang menyambut kedatangan kaum  Muhajirin.
5.   Yang dilakukan Nabi Muhammad saw. di Madinah adalah:
a.  membangun masjid,
b.  mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Ansar,
c.  membuat perjanjian dengan penduduk Madinah.
6.   Perjuangan Rasulullah saw. di Madinah dalam rangka mempersatukan umat Islam dengan umat yang lain adalah membuat perjanjian yang sangat monumental yang disebut perjanjian Madinah atau Piagam Madinah.



 latihan soal silakan klik latihan soal Hijrah ke Madinah

ULANGAN HARIAN HIJRAH KE MADINAH klik disini
jika ada pertanyaan silakan kirim di kolom komentar

Minggu, 28 Juli 2019

MEYAKINI ASMAUL HUSNA DENGAN BERPERILAKU PERCAYA DIRI, TEKUN, TELITI, DAN KERJA KERAS

MEYAKINI ASMAUL HUSNA DENGAN BERPERILAKU
PERCAYA DIRI, TEKUN, TELITI, DAN KERJA KERAS

1.       PERCAYA DIRI
Pernahkah kalian merasa yakin terhadap hasil pekan'aan kalian? Rasa yakin akan memantapkan perasaan hati terhadap sesuatu hal yang dikenakan. Rasa tersebut mrupakan bagian dari mu percaya diri! Apa itu percaya diri?
Percaya diri temasuk akhlak yang mulia. Percaya diri adalah perasaan mantap pada diri seseorang. Orang yang percaya diri merasa mantap dalam melaksanakan tugas. Dia tidak mudah terpengaruh oleh ucapan dan perbuatan orang lain. Orang yang percaya diri tidak ragu-ragu dalam mengerjakan segala sesuatu.
Orang yang percaya diri tidak mudah khawatir dan takut dalam mengerjakan sesuatu sesuai dengan petunjuk Allah swt. ia akan percaya bahwa dirinya mampu melakukan segala hal yang menjadi tanggung jawabnya, karena yakin bahwa Allah swt. mengetahui kemampuan hamba-hamba-Nya.
Orang yang memiliki sikap percaya diri memiliki beberapa ciri. Berikut ciri-ciri orang yang memiliki sikap percaya diri.
a. Yakin dalam melaksanakan tugas.
b. Teguh pendirian.
c. Tidak mudah terpengaruh oleh ucapan dan perbuatan orang lain
d. Mantap dalam bertindak.
e. Menghindari rendah diri
f. Menghindari ketergantungan.
g. Menghindari keragu-raguan.

2.       TEKUN
Tekun artinya rajin. keras hati. dan bersungguh-sungguh. Orang yang tekun adalah orang yang bekerja secara teratur, mampu menahan rasa bosan, dan mau belajar dari kesalahan (orang lain maupun dirinya) di masa lalu agar tidak terulang kembali. Ketekunan merupakan modal utama untuk suksesnya perbuatan yang kita lakukan.
Banyak orang yang melakukan perbuatan kecil dan sederhana, namun berkat ketekunannya perbuatan tersebut dapat mendatangkan manfaat besar bagi mereka. Sebaliknya, banyak orang yang melakukan pekerjaan besar dan kompleks, namun karena dilakukannya  dengan tidak hati-hati dan tidak didasari dengan sikap tekun, maka perbuatan itu tidak dapat mendatangkan manfaat bagi mereka, bahkan justru pekerjaan itu banyak mendatangkan madarat bagi mereka.
Bentuk-bentuk ketekunan dapat dilihat dalam berbagai bidang. Dalam bidang pendidikan, siswa harus tekun dalam belajar dan mengikuti pelajaran di kelas. Seorang siswa yang tekun akan dapat meraih cita-citanya dengan lancar. Sebaliknya siswa yang malas. tidak akan dapat meraih cita-citanya dengan lancar. Oleh karena itu. kita hendaknya membiasakan sikap tekun dalam menjalani semua pekerjaan.
Guru juga harus tekun dalam mengemban tugasnya sebagai pendidik dan tekun membimbing para siswanya yang berlainan kemampuan dan latar belakangnya. Para orang tua juga hams tekun dalam membimbing dan mengantarkan anak-anaknya hingga dewasa. Orang tua tidak boleh merasa bosan dalam mengasuh anak-anaknya. Ketekunan dalam mengasuh anak dapat menjadi kunci bagi suksesnya orang tua mengantarkan anak-anaknya dalam berbagai bidang yang ditekuninya. Seorang seniman yang ingin sukses dalam menghasilkan karya-karya seninya juga harus tekun dalam dunianya. Begitu juga yang harus dilakukan oleh seorang polisi, penulis. sutradara, dan sebagainya.
Ketekunan adalah suatu yang mutlak ada dalam diri seseorang jika ingin meraih kesuksesan maksimal, dalam bidang apa pun yang ditekuninya. Sebaliknya, jika ketekunan tidak pernah ada, atau dengan kata lain. seseorang cepat bosan dalam suatu bidang pekerjaan, maka sulit bagi dia untuk sukses dalam pakeijaan tersebut. Orang tekun akan berhasil dalam setiap kegiatan yang dilakukanriya. Orang tekun akan berhasil dalam setiap kegiatan yang dilakukannya. Orang tekun dapat mewujudkan apa saja yang diinginkan dengan ketekunannya. Setiap keinginan yang dinyatakan dalam hati orang tekun, akan mengalir secara teraturdalam perbuatan setahap demi setahap berdasarkan perhitungan matang sampai keinginannya tersebut menjadi kenyataan.

3.       TELITI
Pernahkah kalian dalam mengerjakan pekerjaan belum selesai? Mengapa hal itu terjadi? Ketika kita mengerjakan sesuatu harus disertai dengan sikap teliti. Apakah arti dari teliti? Teliti berarti cermat, saksama atau hati-hati Orang teliti adalah orang yang selalu cermat dan hati-hati dalam merencanakan hingga melakukan suatu pekeriaan. Orang yang tidak teliti adalah orang ceroboh dan mengenakan sesuatu dengan semaunya sendiri. Ketelitian sangat diperlukan untuk suksesnya pekerjaan yang dilakukan
Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan tergesa-gesa dan tidak hati-hati. hampir dipastikan hasrlnya tidak memuaskan, bahkan kebanyakan gagal. Ketelitian merupakan Sikap positif yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Oleh karena itu. sikap ini termasuk dalam akhlak terpuji. Sedangkan, tergesa-gesa dan ceroboh termasuk akhlak yang tercela.
Sikap teliti diisyaratkan oleh Al-Qur'an, terutama ketika kita mendengar berita yang dibawa seorang yang fasik (tidak baik kelakuannya). Jika tidak teliti, akibat yang ditimbulkan akan menimpa orang banyak dan membawa penyesalan.
Ketelitian dalam melakukan suatu pekerjaan dapat meniadi kunci untuk suksesnya pekerjaan tersebut. Seorang pengemudi mobil yang teliti akan selamat dalam mengemudikan mobilnya dan sampai pada tujuan yang direncanakan. Sebaliknya seorang pengemudi yang tergesa-gesa. dan ceroboh maka akan membahayakan dirinya dan juga membahayakan orang lain. Seorang siswa yang teliti dalam mengerjakan soal-soal ujian. maka ia akan mendapatkan hasil yang memuaskan, yakni nilai tinggi. Sebaliknya Siswa yang mengerjakan soal-soal ujian dengan tergesa-gesa biasanya hasulnya tidak memuaskan sehingga gagal.
Teliti merupakan bagian dari perilaku terpuji. Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap muslim membiasakan perilaku teliti dalam kehidupan sehari-hari. Selain, berusaha untuk hati-hati dan teliti dalam melakukan sesuatu, kita pun harus selalu berdoa kepada Allah swt. agar dihindarkan dari sikap atau perilaku tergesa-gesa. Hanya Allah swt yang dapat membantu kita untuk menjauhkan diri dari Sikap bawaan tersebut.

4. Kerja Keras
a.       pengertian kerja keras
Kerja keras adalah melakukan suatu pekerjaan atau usaha dengan sungguh-sungguh demi kebutuhan hidup atau tercapainya suatu cita-crta mulia yang mempunyai nilai ibadah. Pekerja baik adalah pekerja yang berupaya dengan keras (sungguh-sungguh). Tanpa bekerja. kita tidak akan pernah memperoleh apa yang diharapkan. Dengan bekerja keras. berarti kita telah melaksanakan perintah Allah swt. sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya sebagai berikut.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Apabila telah ditunaikan salat, maka benebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. " ( Q. S. Al-Jumu‘ah/62: 10)

Adapun yang ditekankan dalam Islam ketika bekerja adalah selalu mengingat Allah swt. Bekerja sama dengan berjuang di jalan Allah swt. Setiap manusia yang tidak bekerja. hidupnya tidak memberikan manfaat. Orang yang bekerja, dalam AI-Qur'an dan hadis begitu dimuliakan. Sebagai seorang muslim. kemuliaan bekerja menjadi sebuah dorongan dan semangat untuk bekerja. Dalam pribadi muslim bahwa bekerja adalah amanah Allah swt. bagi manusia sebagai khalifatulla'h fil ard.
Orang yang bekerja keras adalah orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan baik. Dia dapat memanfaatkan dua pertiga waktunya (16 jam) untuk bekerja dan beribadah dan 8 jam sisanya digunakan untuk beristirahat (tidur). Ibadah di sini tidak hanya dalam bentuk ibadah mahdlah (khusus) tetapi juga semua aktivitas lainnya yang didasari dengan niat tulus ikhlas karena Allah swt.
Pekerjaan apa pun yang ditekuni oleh seorang muslim hendaknya dilakukan dengan baik dan profesional.  Nabi Muhammad saw. dalam salah satu hadisnya banyak memuji orang yang bekerja keras dan membenci pemalas. Orang yang banyak berdoa kepada Allah swt. dengan menambah Ibadah sunah tetapi tidak mau bekerja termasuk pemalas yang dibenci Nabi Muhammad saw.
Kita sebagai muslim harus bekerja keras dalam bidang pekerjaan yang ditekuni. Tidak mungkin pekerjaan yang dilakukan akan berhasil maksimal jika bermalas malasan atau tidak mau bekerja keras. Kita akan Jauh ketinggalan dari orang Iain jika tidak memiliki semangat kerja keras.

b.       Manfaat kerja keras
Berikut ini dijelaskan manfaat bekerja keras.
1)      Dapat mengembangkan potensi diri, seperti bakat, minat, pengetahuan, dan keterampilan.
2)      Dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin.
3)      Dapat mengangkat harkat dan martabat dirinya, baik sebagai makhluk individu maupun anggota masyarakat.
4)      Dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.
5)      Kebutuhan hidup tercukupi.
6)      Mendapat pahala, karena dilaksanakan dengan niat ibadah kepada Allah swt.

Meneladan Nama dan Sifat Allah untuk Kebaikan Hidup

🌟 ASMAUL HUSNA Meneladan Nama dan Sifat Allah untuk Kebaikan Hidup   Selamat datang di Game Edukatif PAI Kelas VII! 🎮📚   Pada perma...